Posted by : Anak Bawang Tuesday, 2 December 2014

dam-daman atau biasa disebut juga bas-basan
Permainan ini hampir mirip dengan catur pada permainan modern, hanya pada permainan ini tidak ada Raja, patih, menteri, benteng, kuda, prajurit, semuanya sama. Tidak ada keistimewaan dalam cara melangkahnya, bisa ke kanan, kiri, diagonal (miring), maju atau mundur, semua sama. Apalagi dalam hal bentuk, karena alat yang digunakan sebagai pion hanya batu kerikil, pecahan genteng, atau batu putih, yang beda hanya kubu satu dengan yang lain, misalnya satu kubu menggunakan pecahan genteng, maka yang lainya menggunakan batu, atau batu putih. Jumlah yang di butuhkan oleh setiap pemain adalah 18 biji.

Alat yang digunakan untuk bermain tidak harus papan khusus dari kayu atau marmer. Syarat lokasi untuk bermain bersih, bisa menggunakan tempat berlantai tanah, tegel, keramik, atau lainnya, asalkan rata dan nyaman kemudian digambar dengan menggunakan pecahan batu bata, genteng, atau kapur tulis. Dalam satu petak dibagi untuk dua orang pemain.

Makna yang terkandung dalam permainan ini adalah bahwa semua manusia hakikatnya sama. Tidak ada pangkat atau kedudukan, semua sama di mata Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga, manusia juga memiliki kebebasan dalam melangkah. Ia bebas mau ke kanan, kiri, samping, maju ataupun mundur, itu adalah pilihan dan tentunya setiap langkah akan ada dampak yang ditimbulkan, baik itu positif, ataupun negatif. Selanjutnya, sebagai manusia juga harus berani menghadapi cobaan yang diberikan oleh Tuhan dalam setiap langkah yang diambil agar seseorang dapat selangkah lebih maju. Selain itu, dalam mewujudkan hidup yang ideal (menurut pandangan kita), mustahil tidak membutuhkan bantuan orang lain, komunikasi adalah hal yang paling penting, agar tidak ada bentrokan atau salah paham. Agar tujuan kita dan orang atau kelompok yang bekerjasama dalam satu tujuan dengan kita bisa mencapai tujuan akhir tersebut. Permainan ini terlihat begitu sederhana, namunbegitu kaya akan makna yang sangat mulia. Dam-daman dapat memberikan manfaat berupa melatih kec epatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu.

Bentuk Permainan Dam-daman:

Cara Bermain:
Masing-masing prajurit bergerak maju untuk menyerang daerah lawan, dengan arah jalan ke depan, ke kanan, dan ke kiri, dan mundur, arahnya bebas tetapi hanya boleh satu langkah.

Cara membunuh prajurit lawan dengan melompatinya, dan menempati tempat yang kosong. Prajurit yang dilompati berarti mati dan dikeluarkan dari daerah permainan dengan peraturan hanya boleh melompati satu prajurit, tidak boleh lebih.

Jika yang dilompati adalah dam dengan warna senada, maka dam yang dilompati tidak “dimakan”, tetapi jika dam yang dilompati adalah dam berbeda warna (dam lawan) maka dam tersebut diambil (dimakan).

Bila lawan tidak mau/lupa makan (padahal ada kesempatan) maka kena penalti dengan cara mengambil 3 buah lawan tersebut dengan gratis dan bebas, pada saat mengambil penalti sebaiknya dipilih agar bisa makan secara beruntun. Setelah mengambil buah dam pemain boleh melanjutkan langkah.

Kedua belah pihak harus berusaha agar buah dam yang berada di daerah ekor dapat keluar ke daerah persegi. Bila salah satu pihak berhasil menyarangkan 2 buah damnya ke daerah ekor (segitiga) maka permainan selesai dan kedua pemain menghitung jumlah dam yang dimakan. Jumlah yang terbanyak adalah pemenang dari permainan ini. Selain itu, bila salah satu kubu prajuritnya habis, berarti kalah.

*Permainan diambil dari Kompilasi Permainan Tradisional Komunitas Anak Bawang

File corel untuk dam-daman dapat diunduh di sini

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Kicau Anak Bawang

Powered by Blogger.

Tulisan populer

Tamu Anak Bawang

Copyright © Komunitas Anak Bawang| Desain: Alie Poedjakusuma