Posted by : Anak Bawang Tuesday, 4 October 2016

Ya, 2 gigi kelinci saya patah. Rasanya sungguh pusing
Lompat tali atau sering disebut 'yeye' biasanya dimainkan dengan seutas tali yang tersusun oleh karet gelang. Ada 2 macam cara memainkannya yang populer. Pertama, lompat ajinomoto, dimainkan dengan berjingkat dan diiringi nyanyian ajinomoto. Kedua, lompat merdeka, dimainkan dengan melompat setinggi-tingginya untuk melewati tali.


Delapan tahun yang lalu, saya masih duduk di bangku kelas 5 SD. Saya dan teman-teman saya biasa memainkan lompat merdeka saat istirahat. Kala itu, dibagi menjadi 2 kelompok. Osann, Frendy, Galuh, Pipit, dan saya menjadi satu kelompok. Semuanya terasa mudah, dari lutut, paha, pinggang, dada, telinga, dan kepala bisa kami lompati. Ketika genggam, Pipit tumbang. Ketika kilan, Osann dan Frendy tumbang. Tersisa Galuh dan saya di lompatan terakhir, lompat merdeka. Saya mengambil ancang-ancang seperti biasa. Saya mulai berlari, mengambil tolakan untuk melompat. Namun naas, kaki saya tersangkut di tali. Saya terjatuh dengan posisi gigi sebagai tumpuan. Ya, 2 gigi kelinci saya patah. Rasanya sungguh pusing. Tamat.

*ditulis oleh Doni Wicaksono, Volunteer Komunitas Anak Bawang

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Kicau Anak Bawang

Powered by Blogger.

Tulisan populer

Tamu Anak Bawang

Copyright © Komunitas Anak Bawang| Desain: Alie Poedjakusuma