Posted by : Anak Bawang Monday, 10 October 2016



Ku ambil bulu sebatang…
Ku potong sama panjang…
Ku raut dan ku timbang dengan benang…
Ku jadikan layang-layang…
 
Bermain, berlari, bermain layang-layang…
Bermain ku bawa ke tanah lapang…
Hati gembira dan riang…
 
Ada yang masih ingat dengan lirik lagu di atas?

Ya, lirik lagu diatas menggambarkan betapa menyenangkanya bermain layang-layang. Ketika aku masih kecil. hampir setiap sore aku bermain layang-layang, berkumpul dengan teman-teman, memainkan layang-layang bersama, berlari ke ladang, ke pasar untuk mengejar layang-layang yang putus, sungguh menyenangkan dan teramat sulit dilupakan. Dahulu aku dan teman-teman membuat sendiri laying-layang yang akan kami mainkan, membuatnya cukup mudah. Pertama, kalian harus menyiapkan bambu kering dengan panjang 45 cm atau sesuai dengan selera kalian, kemudian diraut hingga membentuk batang kecil, bentuknya seperti tusuk sate ya bukan tusuk gigi, hehe, cukup membuat dua saja untuk satu buah layang-layang. Kedua, bentuk dua batang bambu menjadi kerangka layang-layang dan ikat menggunakan benang. Ketiga, memasangkan kertas minyak, pada kerangka layang-layang yang sebelumnya sudah dibuat. Keempat, rekatkan kerangka layang-layang dengan kertas minyak menggunakan lem kertas. Terakhir, pasang tali goci pada layang-layang, ada yang tahu apa itu tali goci? Yap, itu lho simpul tali di layang-layang agar layang-layang bisa terbang, kalau di tempat kalian namanya apa?


Layang-layang termasuk permaainan tradisional yang sampai sekarang masih bisa kita jumpai, walaupun sudah tidak sebanyak dahulu. Sekarang, banyak sekali permainan tradisonal yang digantikan oleh permainan modern, seperti game online. Aku bersyukur terlahir di masa dahulu ketika berkumpul dengan teman-teman sambil bermain layang-layang adalah hal yang paling menyenangkan, aku harap anak-anak sekarang dapat merasakan bagaimana asyiknya bermain layang-layang bersama teman-teman.

*ditulis oleh Alwan Ulinnuha, Volunteer Komunitas Anak Bawang 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Kicau Anak Bawang

Powered by Blogger.

Tulisan populer

Tamu Anak Bawang

Copyright © Komunitas Anak Bawang| Desain: Alie Poedjakusuma